Home » » 3 Tips Mengatasi Timbul Gatal dan Perih Setelah Mencukur Bulu Kemaluan

3 Tips Mengatasi Timbul Gatal dan Perih Setelah Mencukur Bulu Kemaluan

Posted by Rhama De Nature
Dokter Spesialis Kulit, Updated at: September 04, 2018

3 Tips Mengatasi Timbul Gatal dan Perih Setelah Mencukur Bulu Kemaluan

3 Tips Mengatasi Timbul Gatal dan Perih Setelah Mencukur Bulu Kemaluan - Untuk merapikan rambut kemaluan, ada orang yang memilih mencukur habis rambut kemaluannya. Hanya saja, setelah itu keluhan gatal di selangkangan dan area kemaluan pun dialami.

3 Tips Mengatasi Timbul Gatal dan Perih Setelah Mencukur Bulu Kemaluan
Soal keluhan gatal pasca mencukur habis rambut kemaluan memang bisa terjadi. Rasa gatal bisa timbul karena arah mencukur yang salah. Kemudian, saat rambut mulai tumbuh memang dapat menimbulkan sensasi gatal.

Arah mencukur yang salah atau gesekan rambut yang baru tumbuh dengan kulit juga bisa rentan menimbulkan iritasi. Soal iritasi ini, dibanding pria, wanita lebih rentan karena area genitalnya yang lebih berlipat-lipat.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa gatal saat mencukur rambut kemaluan, jadi kamu nggak perlu ragu lagi untuk mencukurnya. Seperti diketahui bahwa banyak sekali manfaat yang akan kamu dapatkan dari mencukur rambut kemaluan, seperti lebih sehat, bersih dan terhindar dari bau tak sedap.

Tapi, tidaklah heran juga kenapa sampai sekarang kamu nggak mau mencukur rambut kemaluan karena memang banyak mitos yang berkembang di masyarakat seputar kegiatan mencukur rambut kemaluan ini.

Rasa gatal dapat disebabkan karena bercukur menimbulkan luka atau alergi terhadap krim yang digunakan untuk mencukur. Sementara, gatal di selangkangan kemungkinan besar disebabkan iritasi kulit akibat teknik cukur yang kurang tepat.

Kemungkinan lainnya, gatal tersebut muncul akibat rambut pendek yang baru tumbuh menusuk permukaan kulit.

Solusi yang dianjurkan salah satunya biasakan untuk memotong rambut tidak terlalu pendek, sisakan setengah centimeter dari permukaan kulit. Untuk mengatasi gatal, bisa digunakan krim yang dapat dibeli bebas khusus untuk ruam popok.

Setelah iritasi kulit sembuh, umumnya bekas kehitaman nanti akan memudar dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala razor burn, sebaiknya diamkan dulu area kemaluan Anda dan jangan mencukur dulu selama beberapa minggu untuk mencegah iritasi lebih lanjut. Anda bisa melalukan perawatan di rumah atau dengan beberapa bahan alami. Baca juga : Obat Gatal Kemaluan Alami

1. Kompres hangat
Supaya menghilangkan rasa gatal saat mencukur rambut kemaluan, sebaiknya kamu mandi air hangat terlebih dahulu. Air hangat dapat membuat kulit area rambut kemaluan menjadi lebih lembut dan membuka pori-pori serta folikel rambut kemaluan sehingga membantu proses pencukuran supaya lebih mudah.

Setelah iritasi agak mereda, kompres hangat dapat membantu mencegah perkembangan bakteri dan mengurangi pembengkakan. Basahi kain atau handuk bersih dengan air hangat. Tempelkan handuk hangat ini pada area yang iritasi selama 5-10 menit. Panaskan kembali dan tempel kompres hangat sesuai kebutuhan.

2. Madu
Madu asli memiliki sifat antibakteri, yang mengurangi iritasi lebih lanjut dan juga dapat mengurangi pembengkakan. Oleskan dengan lembut madu ke area yang teriritasi, dan biarkan selama 10-15 menit, lalu bilas dengan air hangat.

3. Oleskan lidah buaya
Lidah buaya asli dapat menengkan kulit yang iritasi. Oleskan potongan lidah buaya segar ke area yang terkena sesuai kebutuhan. Jika Anda ingin menggunakan gel lidah buaya, pastikan gel tidak mengandung pewangi, alkohol, atau bahan kimia lainnya.

Costemer Servis De Nature Indonesia

“ Melayani Sepenuh Hati “


D3N47UR3 (Pin BBM)
082221132221 (Call/SMS)
085743333181 (WhatsApp)

Itulah 3 Tips Mengatasi Timbul Gatal dan Perih Setelah Mencukur Bulu Kemaluan. Ingat, mencukur rambut kemaluan harus rutin kamu lakukan supaya lebih bersih dan terhindar dari berbagai penyakit kulit. SALAM SEHAT INDONESIA

Share This Post :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Dokter Spesialis Kulit. De Nature Indonesia